Sutra Mandar

Media Kebudayaan Mandar

08.33

Peluang Ekspor Ada di Sarung Sutera Sulbar

Diposkan oleh sutra mandar |

MAMUJU, KOMPAS.com - Sarung sutera hasil industri kerajinan yang dikembangkan masyarakat di Sulbar berpotensi menembus pasar ekspor.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustri Perdagangan Koperasi dan UKM Provinsi Sulbar, Idris Padua di Mamuju, Jumat (15/1/2010), mengatakan, produksi sarung sutera Sulbar miliki kualitas ekspor, sehingga bisa bersaing dengan produk serupa dari daerah lain.

Ia mengatakan, industri tenung sarung sutra banyak dikembangkan wilayah Sulbar khsususnya masyarakat yang masih kental dengan tradisi Mandar.

Masyarakat banyak yang mengembangkan industri kerajinan tangan tersebut khususnya di Kecamatan Tinambung dan Kecamatan Campalagian Kabupaten Polman dengan hasil produk sarung Mandar.

Namun kerajinan yang dikembangkan masyarakat tersebut sifatnya masih sangat tradisional sehingga produksi yang dihasilkan dari industri kerajinan ini masih terbatas. "Belum ada investor yang tertarik mengelola industri kerajinan ini, sehingga kerajinan tangan ini belum dikelola profesional padahal jika industri kerajinan ini dikembangkan dengan baik maka industri ini dapat menembus pasar internasional,"ujarnya

Karena kata dia, industri ini ternyata banyak digemari berdasarkan animo masyarakat luar di daerah ini maupun mancanegara yang pernah menyaksikan kerajinan ini ketika dipamerkan diluar negeri.

Ia mengatakan, industri ini dikembangkan masyarakat hanya sebagai pekerjaan sampingan dan bukan menjadi penghasilan tetap. "Masyarakat sebelumnya hanya mampu menghasilkan satu sarung sutra dalam waktu yang lama mencapai satu minggu, dan menjual satu sarung sutera kepada masyarakat lokal dengan Rp 200 ribu hingga sekitar Rp 300 ribu per lembar,"katanya.

Namun kata dia, setelah pemerintah memberikan empat unit bantuan alat tenun bukan mesin (ATBM), kerajinan tangan ini mulai dikembangkan dengan cara lebih baik. Satu ATBM kini dapat menghasilkan satu sarung dalam sehari, sehingga industri ini mulai dikembangkan masyarakat.

0 komentar:

Poskan Komentar

Subscribe